
Ketinggian
900–1.700 mdpl
Jenis
Arabika
Proses
Giling basah (wet-hulled), full washed
Status IG
Kopi Arabika Gayo — terdaftar DJKI 2010
Terdaftar
2010
Profil Rasa
Body tebal, keasaman rendah–sedang, cokelat, rempah, herbal, sedikit earthy; aftertaste panjang.
Sejarah
Kopi arabika masuk ke Dataran Tinggi Gayo pada awal abad ke-20, di masa kolonial Belanda, ketika perkebunan dibuka di sekitar Takengon. Setelah kemerdekaan, kebun-kebun tersebut berkembang menjadi perkebunan rakyat yang dikelola keluarga petani secara turun-temurun. Kini wilayah Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues membentuk hamparan arabika terluas di Indonesia.
Karakter & Profil Rasa
Proses giling basah (wet-hulled) yang khas Sumatra menghasilkan body tebal dan keasaman rendah, dengan nuansa cokelat, rempah, dan herbal. Di tangan prosesor yang cermat, Gayo juga tampil cerah dan manis lewat proses full washed atau natural.
Wilayah & Budidaya
Kebun berada pada 900–1.700 mdpl di sekitar Danau Laut Tawar dan lereng Bur ni Telong. Varietas yang umum ditanam antara lain Gayo 1, Gayo 2, Tim-Tim (Timor Hybrid), Bor-Bor, dan Ateng; sebagian besar kebun dinaungi pohon pelindung dan dikelola melalui koperasi petani.
Status Indikasi Geografis
Kopi Arabika Gayo terdaftar sebagai Indikasi Geografis di DJKI pada 2010 dengan pemegang hak Masyarakat Perlindungan Kopi Gayo (MPKG). Wilayah yang dilindungi meliputi Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues.
Untuk Pembeli
Tertarik pada kopi dari wilayah ini?
Sampaikan kebutuhan Anda lewat form minat. Kami akan menghubungkan Anda dengan informasi dan jejaring petani di wilayah ini.
Kami belum melakukan grading. Data mutu merujuk pada sumber yang dicantumkan di bawah.
Sumber & Referensi
Dari mana informasi ini berasal
Kami mengutamakan dokumen resmi: Buku Persyaratan Indikasi Geografis, pangkalan data DJKI, serta publikasi lembaga penelitian dan pemerintah daerah.
Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), Kementerian Hukum RI — Daftar Indikasi Geografis Terdaftar, “Kopi Arabika Gayo” (dgip.go.id).
Masyarakat Perlindungan Kopi Gayo (MPKG) — Buku Persyaratan Indikasi Geografis Kopi Arabika Gayo.
Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka), Jember — publikasi varietas dan budidaya kopi arabika.
Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian — Statistik Perkebunan Indonesia, komoditas kopi.
Penafian: Barisan Kopi Indonesia bukan pemilik atau penerbit dokumen di atas. Informasi dirangkum dari sumber publik dan dapat berubah; mohon merujuk ke dokumen aslinya untuk keperluan resmi. Koreksi dan tambahan sumber dapat dikirim ke halo@barisankopiindonesia.com.
Form Minat
Sampaikan minat Anda pada kopi dari wilayah ini
Isi secukupnya—tidak perlu detail. Tim sekretariat akan menghubungi Anda melalui WhatsApp atau email untuk langkah berikutnya.
Gayo