Semua berita

Edukasi

Mengenal Giling Basah, Proses Khas Kopi Sumatra

Mengapa kopi Gayo, Lintong, dan Toraja berbody tebal? Jawabannya ada pada proses wet-hulled yang lahir dari iklim lembap Nusantara.

Giling basah—di pasar internasional dikenal sebagai wet-hulled atau semi-washed—adalah metode pascapanen yang berkembang di Sumatra. Buah kopi dikupas, difermentasi singkat, lalu dijemur sebentar hingga kadar air sekitar 30–35% sebelum kulit tanduknya dilepas dalam kondisi masih basah.

Metode ini lahir dari kebutuhan praktis: iklim yang lembap dan hujan yang sering membuat pengeringan penuh memakan waktu. Dengan melepas kulit tanduk lebih awal, biji mengering lebih cepat dan petani bisa menjual lebih cepat.

Hasilnya adalah biji hijau kebiruan dengan body tebal, keasaman rendah, dan nuansa earthy, herbal, serta rempah—profil yang membuat Gayo, Lintong, Mandailing, dan Toraja dikenal di dunia.

Kini banyak prosesor juga mengolah full washed, natural, dan honey untuk menonjolkan sisi manis dan buah. Di halaman Single Origin, kami mencantumkan proses yang umum dipakai di tiap wilayah.

Punya koreksi atau tambahan sumber? Kabari kami.